Selasa, 26 November 2013

PSIKOLOGI PENDIDIKAN



PENGERTIAN, TUJUAN, DAN KEGUNAAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

  1. PENDAULUAN
  1. Latar Belakang
Ilmu kejiwaan atau yang disebut dengan psikologi, ini ternyata telah ada sejak filsafat muncul. Dalam perjalanannya filsafat mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan psikologi sampai menjadi disiplin ilmu mandiri. Sebelum terbentuk psikologi pada saat itu namanya belum ada atau masih dalam arti yang sebenarnya saja yaitu “jiwa”, karena banyaknya para ilmuan yang memberikan definisi tentang ini maka ilmu jiwa pun mengadakan perubahan (change) menjadi nama yang sekarang yaitu psikologi yang diambil dari kata Yunani.
Psikologi pada mulanya digunakan para ilmuwan dan para filosof untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam mahkuk hidup mulai yang primitif sampai yang paling modern. Dari masa ke masa psikologi masuk dalam segala aspek kehidupan manusia, kendatipun yang menjadi objek kajian psikologi manusia akan tetapi hewan pun menjadi bahan kajian psikologi dimana psikologi tentang hewan lebih mudah ditemukan atau dicari dibandingkan dengan menelusuri psikologi pada manusia yang malah semakin ruet atau rumit. Secara spesifik bisa dicontohkan realisasi psikologi dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada sistem pembelajaran, seorang guru dalam menyampaikan materinya kepada anak didik yang diakibatkan oleh banyaknya karakter pada anak didik sehingga untuk mencari jalan keluarnya dengan cara mempelajari karakter anak didik melalui ilmu psikologi.
Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, begitu penting ilmu psikologi bagi orang yang ingin memahami karakter atau jiwa seseorang melalui approach (pendekatan) secara personal agar memperoleh informasi mengenai kepribadian dan akhirnya kita dapat memberikan tindakan yang sesuai dengan sifat atau karakter masing-masing (personal). Maka dalam makalah ini akan membahas lebih rinci pengertian, tujuan dan kegunaan psikologi pendidikan.

B. Rumusan Masalah
1.   Apa pengertian psikologi pendidikan?
2.   Apakah tujuan psikologi pendidikan?
3.   Apa  manfaat mempelajari psikologi pendidikan?

  1. Tujuan
  1. Mendefinisikan tentang pengertian psikologi pendidikan?
  2. Menjelaskan tentang tujuan psikologi pendidikan?
  3. Menjelaskan manfaat mempelajari psikologi pendidikan?







  1. PEMBAHASAN
A.    Pengertian Psikologi Pendidikan
Ilmu jiwa pendidikan yang lebih dikenal dengan psikologi pendidikan terdiri  dari 2 kata, yaitu psikologi dan pendidikan. Psikologi berasal dari 2 kata dari bahasa Yunani yaitu : psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Adapun mengenai pendidikan berasal dari kata “didik” mendapat awalan “me”, sehingga menjadi “mendidik”,  artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tutunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991:232). Selanjutnya pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (Afriyanto,dkk,2011)
Menurut Khodijah (2011), Psikologi berasal dari bahasa Inggris psychology yang berakar pada dua kata dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa, dan logos yang berarti ilmu. Sedangkan menurut Muhibbin Syah (2001) menyimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Kemudian Menurut khodijah(2011), Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Dengan demikian, hubungan pengertian diatas tentang psikologi dan pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. Dimana psikologi mempelajari tentang tingkah laku manusia dan pendidikan adalah suatu usaha untuk memperbaiki tingkah laku. Sehingga psikologi sangat berperan dalam dunia pendidikan untuk mendorong dan menunjang mutu pendidikan dan memudahkan manusia dalam belajar dengan mengetahui psikologi guru dan murid dapat berkoordinasi dengan efektif dan efisien.
Menurut Islamuddin (2012), psikologi pendidikan adalah subdisiplin psikologi itu sendiri. Para ahli menganggap bahwa psikologi pendidikan tidak memiliki konsep, teori, dan metode tersendiri. Arthur S. Reber (dalam Dalyono, 2001), menurut athur, psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal- hal sebagai berikut:
1.      Penerapan prinsip- prinsip belajar di dalam kelas,
2.      Pengembangan dan pembaharuan kurikulum,
3.      Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan,
4.      Sosialisasi proses- proses dan interaksi proses- proses tersebut dengan pendayagunaan arah kognitif, dan
5.      Penyelenggaraan pendidikan keguruan.
Menurut Barlow psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologi yang menyediakan serangkaian sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.
Sementara itu, psikologi pendidikan menurut tardif (1989), adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha- usaha kependidikan yang mencangkup:
1.      Context of teaching and learning (berhubungan dengan situasi dan tempat terjadinya proses belajar dan mengajar).
2.      Process of teaching and learning (berhubungan dengan tahapan- tahapan dalam proses belajar mengajar).
3.      Outcomes of teaching and learning (berhubungan dengan hasil-hasil yang dicapai dalam proses belajar dan mengajar).
Selanjutnya, dalam buku Education Psychology, Witherington (dalam Dalyono, 2001), mendefinisikan bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses- proses dan faktor- faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Maksud proses menurut Witherington masih abstrak sehingga para ahli mendefinisikan “proses”sebagai proses belajar dan proses mengajar tersebut diganti dengan “manusia” yanng mengajar atau yang belajar.
Psikologi Pendidikan ialah salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks aktivitas pendidikan. (Mahmud, 2010)
Menurut MuhibinSyah (2003), pengertian psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Sumadi Suryabrata (1984) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam situasi pendidikan. Elliot dkk.(1999) menyatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan penerapan teori-teori psikologi untuk mempelajari perkembangan, belajar, motivasi, pengajaran dan permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan.
Menurut lester. D. crow dan alice crow, psikologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang berusaha menjelaskan masalah-masalah belajar yang dialami individu dari sejak lahir sampai berusia lanjut, terutama yang menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar. Seperti sikatakan didalam bukunya sebagai berikut: “ Educational psychology describes and explains the learning experiences of an individual from birth through  old age. Its subject matter is connected with the conditions that affect learning.”
Menurut Richard E. Mayer, educational psychology is a branch of psychology concerned with understanding how the instructional environment and the characteristic of the learner interact to produce cognitive growth in the learner. Kita dapat artikan psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang membahas mengenai pemahaman bagaimana lingkungan belajar dan karakteristik pelajar berinteraksi dalam menghasilkan pertumbuhan kognitif dalam diri pelajar.
Glover dan Ronning dalam Khadijah (2011), menyatakan bahwa psikologi pendidikan mencakup topik-topik yang berkisar pada perkembangan manusia, perbedaan individual, pengukuran, belajar, motivasi dan pandangan pendidikan humanistik, baik yang didasarkan pada data empiris maupun teknologi.
Berdasarkan dari berbagai definisi tersebut, maka psikologi pendidikan mempunyai dua objek riset dan kajian, yaitu:
1.      Siswa, yaitu individu yang sedang belajar, termasuk pendekatan strategi, faktor yang mempengaruhi, dan prestasi yang dicapai
2.      Guru, yaitu individu yang berkewajiban atau bertugas mengajar termasuk metode, model, strategi dan lain- lain yang berhubungan dengan penyajian materi pelajaran (Syah, 2000).
Dari berbagai definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan ialah ilmu yang mempelajari penerapan teori-teori psikologi dalam bidang pendidikan. Dalam psikologi pendidikan dibahas berbagai tingkah laku yang muncul dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.

  1. Tujuan Mempelajari Psikologi Pendidikan
Menurut Islamuddin (2012), setiap pendidik atau guru, memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, mereka harus berbuat sesuai dengan “keadaan” si anak didik. Untuk itulah, psikologi berusaha memahami sesama manusia, dengan tujuan untuk dapat  memperlakukannya dengan baik atau lebih tepat. Oleh karena itu, pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam proses pendidikan adalah hal yang perlu dan penting bagi setiap pendidik, sehingga para pendidik seharusnya memiliki pengetahuan tentang psikologi pendidikan. (Sumadi, 1998)
Ada dua tujuan utama dalam studi tentang psikologi pendidikan menurut Syaodih Sukmadinata (2003) yaitu:  (Cece,2011)
a.    Agar seorang rnempunyai pemaharnan yang Iebih baik tentang individu, baik dirinya    sendiri maupun orang lain; dan
b.    Dengan hasil pemahaman tersebut seseorang diharapkan dapat bertindak ataupun memberikan perlakuan yang lebih bijaksana.
Diantara tujuan mempelajari psikologi pendidikan untuk guru adalah :
  1. Untuk membantu para guru dan calon guru, agar menjadi lebih bijaksana dalam usahanya membimbing anak didiknya dalam hubungannya dengan proses pertumbuhan belajar.
  2. Agar para guru dan calon guru memiliki dasar-dasar yang luas dalam hal mendidik pada umumnya, dan dalam bidang keahliannya pada khususnya, sehingga anak didik bisa bertambah baik dalam cara belajarnya.
  3. Agar para guru dan calon guru dapat menciptakan suatu sistem pendidikan yang efisien dan efektif dengan jalan mempelajari, menganalisis tingkah laku anak didik dalam proses pendidikan yan berlangsung itu, guna meningkatkan ke arah yang lebih baik.(Dana,2010)


  1. Kegunaan Mempelajari Psikologi Pendidikan
Kontribusi psikologi pendidikan bagi pendidik yaitu menjadikan pendidik lebih terbuka terhadap perbedaan individu karena setiap individu (siswa) itu berbeda, maka pendidik tidak bisa menyamaratakan intelegensi maupun kecakapan mereka. Mungkin saja satu anak tidak pandai dalam pelajaran Matematika tetapi pandai dalam menggambar, atau anak yang lain tidak pandai dalam menggambar tetapi pandai menyanyi. Pendidik mengetahui metode mengajar yang efektif karena setelah mengerti dengan perbedaan masing-masing individu, pendidik haruslah mampu menggunakan metode belajar yang mana untuk mengajar siswanya.
Pendidik memahami permasalahan anak didik karena selain mengajarkan ilmu kepada peserta didik, sedikit banyaknya harus tau masalah yang dihadapi peserta didik. Bisa saja siswa yang sering tertidur di kelas bukan karena  malas, tapi harus membantu orang tuanya berjualan hingga larut malam, sehingga saat waktu jam belajar ia mengantuk.
Manfaat mempelajari psikologi pendidikan bagi pendidik maupupun calon pendidik dapat dibagi menjadi dua aspek, yaitu: (Utami,2012)
a.   Untuk Mempelajari Situasi Dalam Proses Pembelajaran
Psikologi pendidikan memberikan banyak kontribusi kepada pendidik dan calon pendidik untuk meningkatkan efisiensi proses pembelajaran pada kondisi yang berbeda-beda seperti di bawah ini:
1)   Memahami Perbedaan Individu (Peserta Didik);
Seorang pendidik harus berhadapan dengan sekelompok siswa di dalam kelas dengan hati-hati karena karakteristik masing-masing siswa berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami perbedaan karakteristik siswa tersebut pada berbagai tingkat pertumbuhan dan perkembangan guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Psikologi pendidikan dapat membantu pendidik dan calon pendidik dalam memahami perbedaan karakteristik siswa tersebut.
2)  Penciptaan Iklim Belajar yang Kondusif di Dalam Kelas;
Pemahaman yang baik tentang ruang kelas yang digunakan dalam proses pembelajaran sangat membantu pendidik untuk menyampaikan materi kepada siswa secara efektif. Iklim pembelajaran yang kondusif harus bisa diciptakan oleh pendidik sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan efektif. Seorang pendidik harus mengetahui prinsip-prinsip yang tepat dalam proses belajar mengajar, pendekatan yang berbeda dalam mengajar untuk hasil proses belajar mengajar yang lebih baik. Psikologi pendidikan berperan dalam membantu pendidik agar dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga proses pembelajaran di dalam kelas bisa berjalan efektif.
3)  Pemilihan Strategi dan Metode Pembelajaran;
Metode pembelajaran didasarkan pada karakteristik perkembangan siswa. Psikologi pendidikan dapat membantu pendidik dalam menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami peserta didik.
4) Memberikan Bimbingan kepada Peserta Didik;
Seorang pendidik harus memainkan peran yang berbeda di sekolah, tidak hanya dalam pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga berperan sebagai pembimbing bagi peserta didik. Bimbingan adalah jenis bantuan kepada siswa untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi. Pengetahuan tentang psikologi pendidikan memungkinkan pendidik untuk memberikan bimbingan pendidikan dan kejuruan yang diperlukan untuk siswa pada tingkat usia yang berbeda-beda.
5)  Mengevaluasi Hasil Pembelajaran;
Pendidik harus melakukan dua kegiatan penting di dalam kelas seperti mengajar dan mengevaluasi. Kegiatan evaluasi membantu dalam mengukur hasil belajar siswa. Psikologi pendidikan dapat membantu pendidik dan calon pendidik dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis evaluasi, pemenuhan prinsip-prinsip evaluasi maupun menentukan hasil-hasil evaluasi.
b.  Untuk Penerapan Prinsip-prinsip Belajar Mengajar
1)  Menetapkan Tujuan Pembelajaran;
Tujuan pembelajaran mengacu pada perubahan perilaku yang dialami siswa setelah dilaksanakannya proses pembelajaran. Psikologi pendidikan membantu pendidik dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran.
2)  Penggunaan Media Pembelajaran;
Pengetahuan tentang psikologi pendidikan diperlukan pendidik untuk merencanakan dengan tepat media pembelajaran yang akan digunakan. Misalnya penggunaan media audio-visual, sehingga dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta didik.
3)  Penyusunan Jadwal Pelajaran;
Jadwal pelajaran harus disusun berdasarkan kondisi psikologi peserta didik. Misalnya mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa seperti matematika ditempatkan di awal pelajaran, di mana kondisi siswa masih segar dan semangat dalam menerima materi pelajaran.
Menurut Chaplin (1972, dalam Online), untuk membantu memecahkan masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan yang meliputi guru, siswa, materi, metode, dalam masalah belajar-mengajar terdapat beberapa macam-macam kegiatan yang memerlukan prinsip psikologis, yaitu (a) Seleksi penerimaan siswa baru; (b) Perencanaan pendidikan; (c) Penyusun kurikulum; (d) Penelitian kependidikan; (e) Administrasi kependidikan; (f) Pemilihan materi pelajaran; (g) Interaksi belajar-mengajar; (h) Pelayanan bimbingan dan konseling; dan (i) Evaluasi belajar.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan psikologi pendidikan berperan dalam membantu pendidik untuk merencanakan, mengatur dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dalam buku Condition of Learning, Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut:
1. Menarik perhatian (gaining attention): Hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru, aneh, kontradiksi, atau kompleks.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives): Memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran.
3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning): Merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru.
4. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus): Menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan.
5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance): Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.
6. Memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance): Siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.
7. Memberikan balikan (proaviding feedback): Memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa.
8. Menilai hasil belajar (assessing performance): Memberitahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran.
9. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): Merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman, mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
1.    Kegunaan psikologi pendidikan di sekolah
Menurut crow and crow (1987), bahwa pendidikan terbagi atas dua, yaitu pendidikan formal dan pendidikan informal:
  1. Pendidikan formal
Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapat dari belajar yang mempergunakan program terencana, biasanya disebut pendidikan sekolah. Nilai kegunaan prinsip- prinsip psikologis adalah usaha untuk membantu anak- anak atau orang dewasa mendapat pengalaman- pengalaman dari pendidikan formal. Guru sebagai seorang pendidik di sekolah, dan sebagai seorang pendidik perlu menggunakan hasil- hasil penyelidikan psikologi dalam tugasnya, sehinggga dapat memahami anak didiknya dan dapat mencari jalan keluar dalam suatu permasalahan yang dihadapi peserta didik.
Menurut suryabrata (dalam Rumini, 1993) masalah tersebut sebagai berikut:
a)      Pengaruh pembawaan dan lingkungan atas belajar.
b)      teori dan proses belajar.
c)      hubungan antara taraf kematangan dengan kesiapan belajar.
d)     perbedaan individu dan pengaruhnya terhadap hasil pendidikan.
e)      perubahan batiniah yang terjadi selama belajar.
f)       hubungan antara teknik mengajar dan hasil belajar.
g)      teknik evaluasi yang efektif atas kemajuan yang dicapai anak didik.
h)      perbandingan hasil pendidikan formal dan pendidikan informal atas individu.
i)        nilai sikap ilmiah terhadap pendidikan yang dimiliki para petugas pendidikan (guru).
j)        pengaruh kondisi sosial anak didik atas pendidikan yang diterima.
  1. Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah pendidikan yang didapatkan dari belajar yang secara relatif kurang atau tanpa disadari, yang berlangsung bebas menyertai kehidupan sehari- hari.
  1. Kegunaan psikologi pendidikan bagi guru
Sementara itu, sebagaimana yang dikemukakan Chaplin (1972) menitikberatkan manfaat atau kegunaan mempelajari psikologi pendidikan untuk memecahkan rnasalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan dngan cara rnenggunakan metode-metode yang telah disusun secara rapi dan sistematis. Kemudian Lindgren berpendapat bahwa manfaat mempelajari psikologi pendidikan ialah untuk membantu para guru dan calon guru dalam mengembangkan pemaharnan yang lebih baik rnengenai pendidikan dan prosesnya. Pemecahan berbagai masalah pendidikan tidak perlu dibedakan apakah masalah-masalah psikologis itu dan pihak guru, siswa, atau situasi belajar mengajar yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran.
Secara umum manfaat dan kegunaan psikologi pendidikan menurut pendapat Muhibinsyah (2003) bahwa psikologi pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi penyelenggara pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Psikologi pendidikan dapat dijadikan landasan berpikir dan bertindak bagi guru, konselor, dan juga tenaga profesional kependidikan laiannya dalam mengelola proses belajar dan mengajar. Sedangkan proses pembelajaran tersebut adalah unsur utama dalam pelaksanaan setiap sistem pendidikan.
Manfaat dan kegunaan psikologi pendidikan juga membantu untuk memahami karakteristik peserta didik apakah termasuk anak yang lambat belajar atau yang cepat belajar, dengan mengetahui karakteristik mi guru dapat mendesain pendekatan belajar untuk anak didik yang berbeda-beda tersebut, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal untuk seluruh karakteristik anak didik. (Ceca,2011)



  1. PENUTUP
  1. Kesimpulan
Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang membahas tentang aktivitas dan gejala- gejala tingkah laku manusia dalam dunia pendidikan. Hal ini sangatlah penting dalam pendidikan karena kita bisa memahami tingkah laku seseorang dan menggunakan proses belajar yang tepat untuk kepribadian seseorang sehingga pencapaian belajar akan menjadi mudah, efektif, dan efisien. Sebagai contoh seorang guru mengajar para muridnya maka guru tersebut membutuhkan psikologi pendidikan untuk dapat mengetahui para peserta didik, cara dan metode apa yang digunakannya dalam mendidik anak muridnya. Karena setiap orang mempunyai karakter yang berbeda- beda dalam cara mereka belajar. Ada yang secara visual, audio, dan ada juga yang mengunakan cara audio-visual. Kemudian kepribadian seseorang juga mempengaruhi cara mereka belajar. Contohnya orang yang suka belajar sambil mendengarkan musik, ada juga yang belajar dalam suasana yang tenang, atau bisa belajar di dalam bis kota. Semua itu terjadi karena mereka merasa nyaman dalam melakukan itu.
Tujuan psikologi pendidikan adalah menciptakan suatu sistem pendidikan yang efisien dan efektif dengan cara mempelajari, menganalisis tingkah laku anak didik dalam proses pendidikan yang berlangsung itu, guna meningkatkan ke arah yang lebih baik.
Manfaat psikologi pendidikan juga membantu untuk memahami karakteristik peserta didik apakah termasuk anak yang lambat belajar atau yang cepat belajar, dengan mengetahui karakteristik mi guru dapat mendesain pendekatan belajar untuk anak didik yang berbeda-beda tersebut, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal untuk seluruh karakteristik anak didik.

2 komentar:

  1. terimakasih makalahnya sangat membantu

    BalasHapus
  2. Titanium Profile | Titanium Arts
    Titanium's profile in Tinting is a detailed, concise titanium sponge and detailed snow peak titanium resource titanium stronger than steel about Tinting. Discover cobalt vs titanium drill bits Tinting in Tinting's history. apple watch titanium

    BalasHapus