Selasa, 26 November 2013

PSIKOLOGI PENDIDIKAN



METODOLOGI PENELITIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

I.     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
     Pendidikan selalu melibatkan kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologi merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan bahwa dengan mengetahui teori-teori Psikologi Pendidikan dan menerapkan hasil-hasil penelitian psikologi di bidang pendidikan akan memberikan dampak yang positif terhadap proses dan hasil pendidikan yang dilaksanakan.
     Metode penyelidikan dalam suatu ilmu merupakan keharusan mutlak. Apalagi kalau ilmu itu telah berdiri sendiri, ini harus ditandai oleh metode-metode tersendiri untuk menyelidiki terhadap obyeknya. Obyek psikologi adalah penghayatan dan perbuatan manusia, yaitu perbuatan manusia dalam alam yang kompleks dan selalu berubah. Jiwa bukanlah benda yang mati, tetapi sesuatu yang hidup dinamis selalu berubah untuk menjadi kesempurnaannya. Oleh karena itu penggunaan sesuatu metode yang tumbuh baiknya pun tak dapat menghasilkan kebenaran yang mutlak. Sebab dalam berbagai metode mempunyai titik kelemahan-kelemahan di samping kebaikan-kebaikannya.
     Selain mempunyai objek tersendiri, psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri, juga mempunyai metode untuk mendapatkan fakta, kesimpulan, dugaan, hipotesis, teori dan dalil-dalil baru untuk memajukan, mengembangkan atau mengadakan pengujian dan pembuktian. Pekerjaan ilmiah dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan kesangsian, memperoleh kebenaran dan ketetapan dalam memahami dan meramalkan tingkah laku individu khususnya dalam dunia kependidikan. Dengan metode-metode ilmiah, kita berusaha menetapkan validasi atau derajat ketepatan peryataan, hipotesis, teori ataupun dali-dalil mengenai tingkah laku manusia melalui penilaian bukti-bukti yang objektif.



B.   Rumusan Masalah
     Dari latar belakang di atas maka didapat rumusan masalah sebagai berikut :
a.     Apakah metode penelitian itu?
b.    Apa saja metode-metode  penelitian yang digunakan dalam psikologi pendidikan?

C.   Tujuan
a.     Memahami pengertian metode penelitian.
b.    Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam psikologi pendidikan.











II.  PEMBAHASAN
A.  Pengertian Metode  Penelitian
     Istilah metode penelitian terdiri atas dua kata, yaitu kata metode dan kata penelitian. Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosady, 2003). Adapun pengertian penelitian adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara ilmiah, baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif, eksperimental maupun non eksperimental, interaktif maupun non interaktif (Sukmadinata, 2005).
     Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan (Yoseph dan Yoseph, 1979). Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.
     Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan. Baik itu discovery maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan benua amerika adalah penemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil cloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru.
     Penelitian adalah proses dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan, maupun cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab dan akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama. (Sukardi, 2003)
     Penelitian menurut Kerlinger (1986) dalam Sukardi (2003) ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik yang sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh Kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya. Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang biasa meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Perkerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya.
     Secara luas Sugiyono (2009) menyatakan metode penelitian adalah cara-cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid, dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah.
     Dari beberapa pendapat di atas jelas kiranya bahwa setiap orang pada prinsipnya akan memberikan pengertian tentang penelitian yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut biasanya tergantung dengan beberapa faktor seperti di antaranya: latar belakang pengetahuan seseorang, kehidupan seseorang, dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang tersebut.
     Dapat disimpulkan bahwa penelitian tidak lain adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol, dan berdasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada. Sedangkan,  metode penelitian adalah suatu cara untuk memecahkan masalah ataupun cara mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah.

B.  Metode Penelitian Dalam Psikologi Pendidikan.
     Seperti halnya penelitian-penelitian dalam bidang ilmu sosial lainya, pendekatan penelitian yang biasa digunakan dalam psikologi pendidikan ada dua, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Menurut Creswell dalam Khodijah (2011) pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nilai, peringkat atau frekuensi), yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain.
     Menurut Denzin dan Lincoln dalam Khodijah (2011) sedangkan, penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode. Menurut Moleong dalam Khodijah (2011), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tantang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll.Secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.  
     Metode penelitian dalam psikologi pendidikan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan metode penelitian yang digunakan dalam cabang-cabang psikologi lainya. Menurut Walgito, dalam Khodijah (2011) metode yang pertama-tama digunakan dalam lapangan psikologi adalah spekulasi. Namun dengan berdirinya psikologi sebagai sebuah ilmu yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman empiris, maka saat ini metode yang digunakan dalam penelitian-penelitian psikologi sudah cukup banyak dan beragam. Secara garis besar, metode penelitian yang biasa digunakan dalam psikologi khususnya psiklogi pendidikan adalah :
1.  Metode Longitudinal
     Yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data tentang subjek yang sama secara berulang-ulang dengan rentang waktu yang panjang. Dengan demikian, metode ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai suatu hasil penelitian. Hal ini karena metode ini dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan mungkin tahun demi tahun, dengan menyelidiki semua urutan kejadian. Metode penelitian ini biasa digunakan untuk mempelajari perkembangan manusia.
2.  Metode Cross-sectional
     Yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data pada suatu titik wilayah dan sempel yang terdiri dari satu atau lebih kelompok yang dibandingkan variabelnya. Dengan demikian metode ini merupakan kebalikan dari metode longitudinal, karena tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Dalam waktu yang relatif singkat dapat mengumpulkan data yang banyak.
     Secara rinci, dilihat dari pendekatan penelitian yang digunakan, metode penelitian yang biasa digunakan dalam psikologi pendidikan, yaitu:
1.  Penelitian historis
     Seperti namanya, penelitian historis bertujuan mempelajari, memahami dan menjelaskan peristiwa-peristiwa masa lalu. Tujuan utama penelitian historis adalah untuk merumuskan kesimpulan tentang sebab-sebab, efek-efek, atau kecenderungan-kecenderungan peristiwa masa lalu yang membantu untuk menjelaskan kejadian-kejadian saat ini atau meng-antisipasi peristiwa-peristiwa masa lalu yang akan datang.
2.  Penelitian deskriptif
     Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan menguji dan melaporkan segala sesuatu secara apa adanya dalam upaya memahami dan menjelaskanya. Dalam tipe penelitian ini, peneliti mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi beberapa isu atau masalah. Instrumen-instrumen seperti survei, angket wawancara dan observasi dikembangkan untuk tipe penelitian ini. Penelitian ini merupakan salah satu contoh penelitian kualitatif.
3.  Penelitian korelasional
     Penelitian korelasional adalah penelitian dimana peneliti berupaya untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel atu lebih. Variabel-variabel tersebut adalah rentang karaktaristik manusia, seperti tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, intelegensi dan sebagainya. Namun jika ditemukan adanya hubungan antara dua variabel berarti bahwa satu variabel mempengaruhi variabel yang lain.
     Tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih itu biasanya ditunjukan dengan koefisien korelasi ( r ) antara 0,00 ( tidak ada korelasi ) hingga 1,00 ( korelasi yang paling signifikan ). Korelasi antar dua variabel juga dapat negatif, misalnya jika skor yang tinggi dari satu variabel dipasangkan dengan skor yang rendah dari variabel lainya. Semakin dekat angka koefisien korelasi dengan angka 1,00 semakin mudah diprediksi korelasinya.
4.  Penelitian komparatif
     Penelitian komparatif adalah suatu pendekatan penelitian dimana peneliti bertujuan untuk mencari hubungan langsung diantara variabel-variabel yang dibandingkan satu sama lain. Dalam pendekatan penelitian ini, peneliti harus berupaya membandingkan kelompok-kelompok yang berbeda.
5.  Penelitian eksperimental
     Dalam bentuk penelitian ini, peneliti secara aktif memanipulasi sebuah variabel independen untuk mengamati perubahan-perubahan pada variabel independennya. Dengan kata lain, peneliti dengan sengaja mengenakan perlakuan atau treatment, yang ingin diketahui akibat dari treatment tersebut. Prinsip dalam eksperimen ialah ingin mengetahui efek sesuatu perlakuan yang dikenakan oleh peneliti terhadap keadaan yang dikenainya. Selain perlakuan, dalam eksperimen juga diperlukan adanya kontrol untuk dapat mengontrol apakah perubahan yang ada betul-betul sebagi akibat dari adanya perlakuan tersebut. Karena itu dalam eksperimen diperlukan adanya kelompok kontrol disamping adanya kelompok eksperimen. 
            Dari berbagai metode penelitian yang berbeda-beda tersebut juga digunakan teknik dan prosedur pengumpulan data yang berbeda-beda. Teknik-teknik tersebut antara lain: angket, wawancara, observasi.
1.  Angket
            Angket atau disebut juga dengan kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui pemberian daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini merupakan salah satu teknik yang berdasarkan pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dilihat dari subjek yang mengisinya, ada dua jenis angket, yaitu:
a.  Angket langsung, yang dikirim langsung kepada orang yang ingin dimintai pendapat, keyakinanya, dan diminta menceritakan tentang keadaan dirinya sendiri, dan
b.  Angket tidak langsung, yang dikirim pada seseorang untuk diminta menceritakan tentang         keadaan orang lain.
     Selain itu, menurut jenis penyusunan item-itemnya, angket terbagi dua (Hadipranata, 2000 ), yaitu:
a.  Angket tipe isian, yaitu angket yang berisikan item-item yang diajukan dalam bentuk pertanyaan komentar terhadap suatu kejadian atau keadaan. Jenis angket ini terbagi lagi menjadi: (1) angket bentuk terbuka (open form questionneaire) dan (2) angket tertutup (close form quetionnaire)
b.  Angket tipe pilihan, yaitu angket yang hanya meminta responden untuk memilih salah satu jawaban atau lebih dari alternatif-alternatif jawaban yang disediakan.
2.  Interviu / wawancara
     Interviu adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab antara dua pihak (pencari informasi dan pemberi informasi). Prosedur wawancara melibatkan situasi face to face dimana pewawancara menanyakan sejumlah pertanyaan kepada orang lain guna memperoleh jawaban yang relevan dengan tujuan wawancara. Teknik ini juga didasarkan pada sellf-report. Untuk memperoleh data yang seakurat mungkin, seorang peneliti (interviewer) harus menjalin hubungan yang baik dengan orang yang di interviu (interviwee). Untuk itu seorang interviewer harus bersedia mengorbankan sebagian waktu interviunya untuk mengantarkan interaksi ke dalam situasi interviu. Ada dua jenis interviu, yaitu:
a.  Interviu terstruktur, disebut juga interviu terpimpin, guided interviu, controlled interviu, dimana interviewer mengajukan pertanyaan yang sudah tersusun sedemikian rupa, dan
b.  Interviu tidak terstruktur, disebut juga interviu terpimpin, unguided interviu, uncontrolled interviu, dimana interviewer diberi kebebasan sepenuhnya tentang apa yang akan ditanyakan.
3.  Observasi
            Observasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara sistematik fenomena-fenomena yang diteliti. Akan tetapi, penggunaan teknik observasi sangat tergantung pada situasi dimana observasi dilakukan. Untuk itu, ada tiga teknik observasi yang masing-masing umumnya cocok untuk keadaan-keadaan tertentu, yaitu: (a) observasi partisipan, (b) observasi sistematik, (c) observasi eksperimental (Hadipranata, 2000).
a.  Observasi partisipan
     Dalam teknik observasi ini, observer turut ambil bagian dalam kehidupan orang atau kelompok orang yang diobservasi. Teknik ini umumnya digunakan untuk penelitian yang sifatnya eksploratif.
b.  Observasi sistematik
     Disebut juga observasi terstruktur, dicirikan dengan adanya kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya terlebih dahulu, dan ciri-ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu juga telah diatur. Ketelitian yang tinggi pada teknik observasi ini memungkinkan peneliti untuk melakukan  “ kuantifikasi ” terhadap hasil observasi. Artinya jenis gejala atau perilaku yang diamati dapat dihitung atau ditabulasikan.
c.  Observasi eksperimental
     Dalam observasi eksperimental, selain melakukan observasi, observer juga berupaya mengendalikan jalanya situasi agar sesuai dengan tujuan penelitian dan terhindar dari faktor-faktor yang tidak diharapkan mempengaruhi situasi tersebut. Secara kongkrit ciri-ciri teknik observasi ini (Cronbach, dalam Hadipranata, 2000 ) adalah:
1)  Observer dihadapkan pada situasi stimulus yang dibuat seseragam mungkin untuk semua observees (orang yang diobservasi ).
2)  Situasi dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan variasi timbulnya perilaku yang akan diamati oleh observer.
3)  Situasi dibuat sedemikian rupa sehingga observees tidak mengetahui maksud yang sebenarnya dari observasi.
4)  Observer membuat catatan dengan teliti mengenai cara-cara observees mengadakan aksi-reaksi, bukan hanya jumlah aksi-reaksi semata.
     Agar hasil observasi dapat terekam dengan baik, ada beberapa macam alat yang dapat digunakan, diantaranya ialah: (a) anecdotal records, (b) catatan berkala, (c) check list, (d) rating scaledan (e) mechanical devices. (Hadipranata, 2000 ).
     Menurut Santrock (2009) ada tiga metode dasar yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dalam psikologi pendidikan adalah deskriptif, korelasional, dan eksperimental.
1.    Penelitian deskriptif
     Penelitian deskriptif mempunyai tujuan mengamati dan merekam prilaku. Sebagai contoh, seorang psikolog pendidikan mungkin mengamati sejauh mana anak-anak bersikap agresif di dalam kelas atau mewawancarai para guru tentang sikap mereka terhadap satu jenis strategi mengajar tertentu. Dengan sendirinya, penelitian deskriptif tidak bisa membuktikan apa yang menyebabkan beberapa fenomena, tetapi penelitian ini bisa memperlihatkan informasi penting tentang prilaku dan sikap orang-orang. (Lammers & Badia, 2005; Leary, 2004)
     Penelitian deskriptif menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner, tes terstandarisasi, studi kasus, studi etnografis.
2.    Penelitian korelasional
     Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeskripsikan kekuatan hubungan antara dua atau lebih peristiwa atau sifat. Penelitian korelasional sangatlah bermanfaat karena semakin kuat dua peristiwa berkorelasi (berhubungan atau keterkaitan), semakin efektif kita bisa mempredeksikan satu dari yang lain. (Sprinthall, 2007). Sebagai contoh, apabila para peneliti mengetahui bahwa para pengajar yang permisif dan kurang melibatkan siswa mungkin salah satu penyebab kurangnya pengendalian diri.
     Namun, korelasi itu sendiri tidak sama dengan hubungan sebab akibat (Vogt, 2007). Penemuan korelasional yang baru saja disebutkan tidak berarti bahwa pengajaran yang permisif selalu menyebabkan pengendalian siswa yang rendah.
3.    Penelitian eksperimental
     Penelitian eksperimental memungkinkan para psikolog pendidikan untuk menentukan sebab-sebab prilaku. Psikolog pendidikan menyelesaikan tuga ini dengan melakukan sebuah eksperimen, sebuah prosedur yang diatur dengan seksama di mana satu atau lebih dari faktor-faktor yang diyakini mempengaruhi perilaku, dipelajari dengan cara dimanipulasi dan semua faktor yang lain tetep sama. Apabila perilaku yang sedang dipelajari berubah ketika semua faktor dimanipulasi, kita berkata bahwa faktor yang dimanipulasi menyebabkan perilaku tersebut berubah.
     Eksperimen melibatkan setidaknya satu variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel independen adalah faktor yang dimanipulasi, eksperimental, dan berpengaruh. Variabel dependen adalah faktor yang diukur dalam sebuah eksperimen.
     Menurut H. Carl Wrtherington, dalam bukunya “Educational Psychology” bahwa metode-metode pokok dalam psikologi pendidikan adalah: (Nursaid, 2013)
1.    Metode Experimental
     Istilah eksperimen (percobaan) dalam psikologi, dapat diartikan sebagai suatu pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja. Hal ini dimaksudkan untuk menguji hipotesa pembuat eksperimen tentang reaksi-reaksi individu atau kelompok dalam situasi tertentu atau di bawah kondisi tertentu. Tujuan metode eksperimen adalah untuk mengetahui sifat-sifat umum dalam gejala kejiwaan. Misalnya mengenai pikiran, perasaan, kemauan, ingatan, dan lain sebagainya. (Shalahuddin, 1990). Teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan data yang akan diangkat, misalnya data pendengaran siswa, penglihatan siswa, dan gerak mata siswa ketika sedang membaca, alat utama yang biasa dipakai adalah komputer dengan berbagai programnya seperti program cognitive psychology test, metode ini biasanya sebagai pilihan utama terutama dalam riset-riset.
     Dalam penelitian eksperimental, objek yang akan diteliti dibagi menjadi dua kelompok, yakni: 1. Kelompok percobaan (eksperimental group); 2. Kelompok pembanding (control group) kedua kelompok pada akhir riset hasilnya akan dibandingkan lalu dianalisis, ditafsirkan, dan disimpulkan dengan teknik statistis tertentu.
     Menurut Robert E. Slavin dalam buku Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik, metode eksperimen dibagi menjadi dua, yaitu metode eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan yang diacak (Slavin, 2008). Eksperimen lab (lab experiments) merupakan desain eksperimen yang diatur dalam suatu lingkungan tiruan di mana kontrol dan manipulasi diberikan untuk membuktikan hubungan sebab akibat di antara variabel yang diminati peneliti. Sementara eksperimen lapangan (fields experiments) merupakan eksperimen yang dilakukan untuk mendeteksi hubungan sebab akibat dalam lingkungan alami dimana peristiwa terjadi secara normal.
2.  Metode Questionare
     Metode kuesioner lazim juga disebut metode surat-menyurat. Kuesioner disebut “mail survey” karena pelaksanaan penyebaran dan pengembaliannya sering dikirimkan ke dan dari responden melalui jasa pos, selain lebih hemat biaya dan juga lebih banyak unit yang bisa dijangkau.
     Sebelum kuisioner disebarkan kepada koresponden yang sesungguhnya, seorang peneliti psikologi biasanya melakukan uji coba. Dengan menggunakan sampel yang sama dengan calon koresponden yang sesungguhnya. Tujuannya memastikan apakah pertanyaan cukup jelas dan relevan untuk dijawab, dan masukan yang bermanfaat.
Adapun keistimewaan metode ini antara lain adalah:
a. Tidak terlalu memakan biaya.
b. Bahwa dengan metode ini, dalam waktu yang relatif singkat dapat mengumpulkan data yang banyak.
     Adapun kelemahannya antara lain terletak pada kebenaran jawaban yang kadang-kadang menyangsikan. (Shalahuddin, 1990)
3.  Metode Klinis
     Menurut James Drawer dalam kamus “The Penguin Dictionary of Psychology”, istilah “clinic” dapat diartikan sebagai tempat diagnosa dan pengobatan berbagai gangguan, fisik, perkembangan atau kelakuan. Dengan demikian metode klinis ialah jenis metode dalam psikologi yang berusaha menyelidiki sejumlah individu yang memiliki kelainan-kelainan secara teliti dan intensif serta dalam batas waktu yang lama. (Shalahuddin, 1990)
     Ada beberapa macam cara dalam metode klinis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah, diantaranya:
a. Studi kasus klinis: digunakan untuk menyelesaikan masalah disamping kesukaran belajar, gangguan emosional, juga untuk masalah kenakalan remaja.
b. Studi kasus perkembangan: digunakan untuk mengetahui bagaimana jalannya perkembangan dari satu aspek ke aspek tertentu.
c. Cara longitudinal: Penelitian ini dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu pada subjek yang sama.
d. Cara cross sectional: Penelitian ini dilakukan dengan cara memakai sampel-sampel yang mengawakili usia anak yang ingin diteliti (misal pada contoh di atas, kita menggunakan sekelompok anak usia 6;00 untuk mengetahui emosi anak usia 6;00, sekolompok anak usia 6;06 untuk mengetahui emosi anak usia 6;06, sekelompok anak usia 7;00 untuk mengetahui emosi anak usia 7;00, dan seterusnya sampai akhirnya kita ambil sampel dari sekelompok anak usia 9;00 untuk mengetahui emosi anak usia 9;00. Dari kelompok-kelompok tersebut dapat diambil kesimpulan perkembangan emosi setiap tingkat usia dapat disimpulkan perkembangan emosi anak usia 6;00 sampai 9;00. (Prabowo & Puspitasari dalam Gunadarma, 2002)
4.  Metode Case Study
     Metode case study atau studi kasus adalah suatu catatan tentang pengalaman seseorang, penyakit yang pernah diderita, pendidikan, lingkungan, perawatan dan pada umumnya juga semua fakta yang relevan untuk masalah-masalah tertentu yang tersangkut dalam suatu kasus medis atau klinik.
     Metode ini dapat berhasil dengan baik apabila observasi dan pencatatan-pencatatan data-datanya dilakukan dengan sebaik-baiknya. Adapun yang di observasi dan dicatat adalah data tingkah lakunya bukan interpretasi dari kelakuan tersebut. (Shalahuddin, 1990)
5.  Metode Introspeksi
     Merupakan metode penelitian dengan cara melakukan pengamatan ke dalam diri sendiri yaitu dengan melihat keadaan mental pada waktu tertentu. Metode ini dipakai dan dikembangkan dalam disiplin psikologi oleh kelompok strukturaklisme (Wilhem Wundt). Mereka mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang pengalaman-pengalaman sadar individu. Menurut mereka introspeksi dapat dipakai untuk mengetahui proses mental yang sedang berlangsung pada diri seseorang, sebagaimana pikiran, perasaan, motif-motif yang ada pada dirinya pada waktu tertentu. Disini individu mengamati proses mental, menganalisis, dan kemudian melaporkan perasaan yang ada dalam dirinya. (Prabowo & Puspitasari dalam Gunadarma, 2002)
     Menurut McMillan dan Schumacher (2001) dalam Haryanto (2012) memberikan pemahaman tentang metode penelitian dengan mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing terdiri atas beberapa jenis metode sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut :
Kuantitatif
Kualitatif
Experimen
Non Experimen
Interaktif
Non Interaktif
True Experiment
Deskriptif
Etnogfari
Analisis Konsep
Quasi Experiment
Komparatif
Fenomenologis
Analisis Sejarah
Subjek Tunggal
Korelasi
Studi Kasus


Survei
Teori Dasar


Ex Post Facto
Studi Kritis

    
     Menurut Sukardi (2003), secara garis besar penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitian dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut termasuk : aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian. Tapi penulis pada kesempatan ini hanya akan membahas klasifikasi penelitian menurut aspek metode.            
     Beberapa bentuk penelitian dilihat dari segi metode yaitu sebagai berikut :
a.     Penelitian deskriptif. Pada penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Penelitian ini juga disebut penelitian praeksperimen.
b.    Penelitian sejarah. Penelitian sejarah atau historical research ini juga dilihat sepintas sama dengan penelitian deskriptif. Keduanya sama-sama menggunakan penggambaran secara komprehensif tentang objek atau subjek penelitian. Yang membedakan dalam penelitian sejarah, peneliti lebih memfokuskan pencarian data dengan metode wawancara pada masyarakat pelaku sejarah.
c.     Penelitian survei. Bentuk penelitian ini sering pula disebut sebagai penelitian normatif atau penelitian status. Penelitian survei pada umumnya tidak membatasi dengan satu atau beberapa variabel.
d.    Penelitian ex-postfacto. Penelitian ini disebut penelitian ex-postfacto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang telah terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti.
e.     Penelitian eksperimen. Penelitain eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para peneliti melakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan obervasi.
f.     Penelitian kuasi eksperimen. Bentuk penelitian ini banyak digunakan dibidang ilmu pendidikan atau penelitian lainnya dengan subjek yang diteliti adalah manusia, di mana mereka tidak boleh dibedakan antara satu dan yang lainnya.





III.PENUTUP
A.  Kesimpulan
     Metodelogi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku yang termasuk suatu disiplin ilmu yang digunakan untuk melakukan suatu penelitian dengan menggunakan metode- metode yang banyak dan tidak berpaku pada satu metode saja. Metode penelitian psikologi pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk meneliti suatu masalah dengan menggunakan penelitian sehingga masalah dapat diselesaikan dengan cara yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pendidikan. Guru atau pengajar harus mengetahui psikologi pendidikan dan menggunakan metode- metode penelitian dalam menyelesaikan masalah belajar anak didiknya. Apabila seorang guru hanya mengandalkan kepandaiannya saja dalam mengajar maka masalah dalam belajar peserta didik tidak akan terpecahkan dan malah menambah masalah yang lain. Jadi setiap guru harus memiliki banyak kepandaian baik dari segi kecerdasan otak, kepribadian, cara mengajar, dan kreatifitas dalam mengajar.
     Dalam psikologi pendidikan metode-metode tertentu dipakai untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi penting yang bersifat psikologis dan berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pengajaran. Perlu dijelaskan disini bahwa setiap situasi dalam psikologi pendidikan membutuhkan pendekatan dengan cara tertentu sesuai dengan sifat dan hakikat dari pada situasi itu. Situasi yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Maka dari itu para ahli psikologi pendidikan dalam menjalankan tugasnya tidak selalu mempergunakan satu macam metode, tetapi mempergunakan dua macam metode atau lebih.





DAFTAR PUSTAKA
Hadipranata, A.F, Walgito, B., Adisubroto, D., Masrun, Hditono, S.R, Martaniah, S.M,    Partosuwido, S.R, Suryabrata, S., dan Hadi, Sutrisno. ( 2000 ). Peran Psikologi di Indonesia. Yogyakarta : Pembina Fakultas Psikologi UGM
Haryanto. (2012). Pengertian Pendidikan Menurut Ahli. Diakses tanggal 8 November 2013 dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/
Khodijah Nyayu. ( 2011 ). Psikologi Pendidikan. Palembang : Grafika Telindo Press
Lammers, W. J., & Badia, P. (2005). Development In Infancy. Belmont, CA: Wadsworth.
Nana Syaodih, Sukmadinata. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Nursaid, Muhhamad Reza. (2013). Definisi Metode Dan Deskripsi Psikologi. Diakses tanggal 8 November 2013 dari http://desain-pembelajaran.blogspot.com/2013/04/definisi-metode-dan-deskripsi-psikologi.html
Rosady, Ruslan. (2003). Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Santrock, Jhon W. (2008). Educational Phschology. Penerjemah Diana Angelica. Psikologi pendidikan. (2009). Jakarta: Salemba Humanika
Sprinhall, R. (2007). Basic statiscal analysis (8th ed.). Boston: Allyn & Bacon.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Vogt, W. P. (2007). Quantitave Research Methods For Professionals In Education And Others Fields. Boston: Allyn & Bacon.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar