PENGERTIAN, TUJUAN, DAN KEGUNAAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
- PENDAULUAN
- Latar Belakang
Ilmu
kejiwaan atau yang disebut dengan psikologi, ini ternyata telah ada sejak
filsafat muncul. Dalam perjalanannya filsafat mampu memberikan pengaruh yang
signifikan dalam perkembangan psikologi sampai menjadi disiplin ilmu mandiri.
Sebelum terbentuk psikologi pada saat itu namanya belum ada atau masih dalam
arti yang sebenarnya saja yaitu “jiwa”, karena banyaknya para ilmuan yang
memberikan definisi tentang ini maka ilmu jiwa pun mengadakan perubahan
(change) menjadi nama yang sekarang yaitu psikologi yang diambil dari kata
Yunani.
Psikologi
pada mulanya digunakan para ilmuwan dan para filosof untuk memenuhi kebutuhan
mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam mahkuk hidup
mulai yang primitif sampai yang paling modern. Dari masa ke masa psikologi
masuk dalam segala aspek kehidupan manusia, kendatipun yang menjadi objek
kajian psikologi manusia akan tetapi hewan pun menjadi bahan kajian psikologi
dimana psikologi tentang hewan lebih mudah ditemukan atau dicari dibandingkan
dengan menelusuri psikologi pada manusia yang malah semakin ruet atau rumit.
Secara spesifik bisa dicontohkan realisasi psikologi dalam kehidupan
sehari-hari yaitu pada sistem pembelajaran, seorang guru dalam menyampaikan
materinya kepada anak didik yang diakibatkan oleh banyaknya karakter pada anak
didik sehingga untuk mencari jalan keluarnya dengan cara mempelajari karakter
anak didik melalui ilmu psikologi.
Dengan
perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan
sehingga banyak merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku
menjadi lebih modern. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan
di Indonesia. Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan
cara mengungkapkan dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan
pendidikan yang sesungguhnya.
Oleh
karena itu, begitu penting ilmu psikologi bagi orang yang ingin memahami
karakter atau jiwa seseorang melalui approach (pendekatan) secara personal agar
memperoleh informasi mengenai kepribadian dan akhirnya kita dapat memberikan tindakan
yang sesuai dengan sifat atau karakter masing-masing (personal). Maka dalam
makalah ini akan membahas lebih rinci pengertian, tujuan dan kegunaan psikologi
pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian psikologi pendidikan?
2. Apakah tujuan psikologi pendidikan?
3. Apa
manfaat mempelajari psikologi pendidikan?
- Tujuan
- Mendefinisikan tentang pengertian psikologi pendidikan?
- Menjelaskan tentang tujuan psikologi pendidikan?
- Menjelaskan manfaat mempelajari psikologi pendidikan?
- PEMBAHASAN
A. Pengertian Psikologi Pendidikan
Ilmu jiwa pendidikan yang lebih dikenal dengan psikologi pendidikan
terdiri dari 2 kata, yaitu psikologi dan
pendidikan. Psikologi berasal dari 2 kata dari bahasa Yunani yaitu : psyche
yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi
berarti ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.
Adapun mengenai pendidikan berasal dari kata “didik” mendapat awalan
“me”, sehingga menjadi “mendidik”,
artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi
latihan diperlukan adanya ajaran, tutunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan
kecerdasan pikiran (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991:232). Selanjutnya
pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata
laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan pelatihan. (Afriyanto,dkk,2011)
Menurut
Khodijah (2011), Psikologi berasal dari bahasa Inggris psychology yang berakar pada dua
kata dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa, dan logos yang berarti
ilmu. Sedangkan menurut Muhibbin Syah (2001) menyimpulkan bahwa psikologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada
manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan
lingkungan. Kemudian Menurut khodijah(2011), Pendidikan adalah suatu usaha yang
dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik
secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan.
Dengan demikian,
hubungan pengertian diatas tentang psikologi dan pendidikan terdapat hubungan
yang sangat erat. Dimana psikologi mempelajari tentang tingkah laku manusia dan
pendidikan adalah suatu usaha untuk memperbaiki tingkah laku. Sehingga
psikologi sangat berperan dalam dunia pendidikan untuk mendorong dan menunjang
mutu pendidikan dan memudahkan manusia dalam belajar dengan mengetahui
psikologi guru dan murid dapat berkoordinasi dengan efektif dan efisien.
Menurut
Islamuddin (2012), psikologi
pendidikan adalah subdisiplin psikologi itu sendiri. Para ahli menganggap bahwa
psikologi pendidikan tidak memiliki konsep, teori, dan metode tersendiri. Arthur S. Reber (dalam
Dalyono, 2001), menurut athur, psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin
ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang
berguna dalam hal- hal sebagai berikut:
1. Penerapan prinsip- prinsip belajar di
dalam kelas,
2. Pengembangan dan pembaharuan kurikulum,
3. Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan,
4. Sosialisasi proses- proses dan interaksi
proses- proses tersebut dengan pendayagunaan arah kognitif, dan
5. Penyelenggaraan pendidikan keguruan.
Menurut
Barlow psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset
psikologi yang menyediakan serangkaian sumber untuk membantu anda melaksanakan
tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.
Sementara itu, psikologi pendidikan menurut
tardif (1989), adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan
pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha- usaha kependidikan yang
mencangkup:
1. Context of teaching and learning
(berhubungan dengan situasi dan tempat terjadinya proses belajar dan mengajar).
2. Process of teaching and learning (berhubungan
dengan tahapan- tahapan dalam proses belajar mengajar).
3. Outcomes of teaching and learning (berhubungan
dengan hasil-hasil yang dicapai dalam proses belajar dan mengajar).
Selanjutnya,
dalam buku Education Psychology, Witherington (dalam Dalyono, 2001), mendefinisikan
bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses- proses dan
faktor- faktor yang berhubungan dengan pendidikan
manusia. Maksud proses menurut Witherington masih abstrak sehingga para ahli
mendefinisikan “proses”sebagai proses belajar dan proses mengajar tersebut diganti
dengan “manusia” yanng mengajar atau yang belajar.
Psikologi Pendidikan ialah salah satu cabang psikologi yang secara
khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks aktivitas pendidikan. (Mahmud,
2010)
Menurut MuhibinSyah (2003), pengertian psikologi pendidikan adalah
sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi
dalam dunia pendidikan.
Sumadi Suryabrata (1984) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai
pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam situasi pendidikan. Elliot
dkk.(1999) menyatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan penerapan
teori-teori psikologi untuk mempelajari perkembangan, belajar, motivasi,
pengajaran dan permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan.
Menurut lester. D. crow dan alice crow, psikologi pendidikan merupakan
suatu ilmu yang berusaha menjelaskan masalah-masalah belajar yang dialami
individu dari sejak lahir sampai berusia lanjut, terutama yang menyangkut
kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar. Seperti sikatakan didalam bukunya
sebagai berikut: “ Educational psychology describes and explains the learning
experiences of an individual from birth through
old age. Its subject matter is connected with the conditions that affect
learning.”
Menurut Richard E. Mayer, educational psychology is a branch of
psychology concerned with understanding how the instructional environment and
the characteristic of the learner interact to produce cognitive growth in the
learner. Kita dapat artikan psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang
membahas mengenai pemahaman bagaimana lingkungan belajar dan karakteristik
pelajar berinteraksi dalam menghasilkan pertumbuhan kognitif dalam diri pelajar.
Glover dan Ronning dalam Khadijah (2011), menyatakan bahwa psikologi
pendidikan mencakup topik-topik yang berkisar pada perkembangan manusia,
perbedaan individual, pengukuran, belajar, motivasi dan pandangan pendidikan
humanistik, baik yang didasarkan pada data empiris maupun teknologi.
Berdasarkan
dari berbagai definisi tersebut, maka psikologi pendidikan mempunyai dua objek
riset dan kajian, yaitu:
1. Siswa, yaitu individu yang sedang
belajar, termasuk pendekatan strategi, faktor yang mempengaruhi, dan prestasi
yang dicapai
2. Guru, yaitu individu yang berkewajiban
atau bertugas mengajar termasuk metode, model, strategi dan lain- lain yang
berhubungan dengan penyajian materi pelajaran (Syah, 2000).
Dari berbagai
definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan ialah
ilmu yang mempelajari penerapan teori-teori psikologi dalam bidang pendidikan.
Dalam psikologi pendidikan dibahas berbagai tingkah laku yang muncul dalam
usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.
- Tujuan Mempelajari Psikologi Pendidikan
Menurut Islamuddin (2012), setiap pendidik atau
guru, memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, mereka harus berbuat
sesuai dengan “keadaan” si anak didik. Untuk itulah, psikologi berusaha
memahami sesama manusia, dengan tujuan untuk dapat memperlakukannya dengan baik atau lebih
tepat. Oleh karena itu, pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam proses
pendidikan adalah hal yang perlu dan penting bagi setiap pendidik, sehingga
para pendidik seharusnya memiliki pengetahuan tentang psikologi pendidikan. (Sumadi,
1998)
Ada dua tujuan utama dalam studi tentang psikologi
pendidikan menurut Syaodih Sukmadinata (2003) yaitu: (Cece,2011)
a. Agar seorang rnempunyai pemaharnan yang Iebih baik
tentang individu, baik dirinya sendiri
maupun orang lain; dan
b. Dengan hasil pemahaman tersebut seseorang diharapkan
dapat bertindak ataupun memberikan perlakuan yang lebih bijaksana.
Diantara
tujuan mempelajari psikologi pendidikan untuk guru adalah :
- Untuk membantu para guru dan calon guru, agar menjadi lebih bijaksana dalam usahanya membimbing anak didiknya dalam hubungannya dengan proses pertumbuhan belajar.
- Agar para guru dan calon guru memiliki dasar-dasar yang luas dalam hal mendidik pada umumnya, dan dalam bidang keahliannya pada khususnya, sehingga anak didik bisa bertambah baik dalam cara belajarnya.
- Agar para guru dan calon guru dapat menciptakan suatu sistem pendidikan yang efisien dan efektif dengan jalan mempelajari, menganalisis tingkah laku anak didik dalam proses pendidikan yan berlangsung itu, guna meningkatkan ke arah yang lebih baik.(Dana,2010)
- Kegunaan Mempelajari Psikologi Pendidikan
Kontribusi
psikologi pendidikan bagi pendidik yaitu menjadikan pendidik lebih terbuka
terhadap perbedaan individu karena setiap individu (siswa) itu berbeda, maka
pendidik tidak bisa menyamaratakan intelegensi maupun kecakapan mereka. Mungkin
saja satu anak tidak pandai dalam pelajaran Matematika tetapi pandai dalam
menggambar, atau anak yang lain tidak pandai dalam menggambar tetapi pandai
menyanyi. Pendidik mengetahui metode mengajar yang efektif karena setelah
mengerti dengan perbedaan masing-masing individu, pendidik haruslah mampu
menggunakan metode belajar yang mana untuk mengajar siswanya.
Pendidik
memahami permasalahan anak didik karena selain mengajarkan ilmu kepada peserta
didik, sedikit banyaknya harus tau masalah yang dihadapi peserta didik. Bisa
saja siswa yang sering tertidur di kelas bukan karena malas, tapi harus membantu orang tuanya
berjualan hingga larut malam, sehingga saat waktu jam belajar ia mengantuk.
Manfaat
mempelajari psikologi pendidikan bagi pendidik maupupun calon pendidik dapat
dibagi menjadi dua aspek, yaitu: (Utami,2012)
a.
Untuk Mempelajari
Situasi Dalam Proses Pembelajaran
Psikologi pendidikan memberikan
banyak kontribusi kepada pendidik dan calon pendidik untuk meningkatkan
efisiensi proses pembelajaran pada kondisi yang berbeda-beda seperti di bawah
ini:
1) Memahami Perbedaan Individu (Peserta Didik);
Seorang pendidik harus berhadapan
dengan sekelompok siswa di dalam kelas dengan hati-hati karena karakteristik
masing-masing siswa berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk
memahami perbedaan karakteristik siswa tersebut pada berbagai tingkat
pertumbuhan dan perkembangan guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif
dan efisien. Psikologi pendidikan dapat membantu pendidik dan calon pendidik
dalam memahami perbedaan karakteristik siswa tersebut.
2)
Penciptaan Iklim Belajar yang Kondusif
di Dalam Kelas;
Pemahaman yang baik tentang ruang
kelas yang digunakan dalam proses pembelajaran sangat membantu pendidik untuk
menyampaikan materi kepada siswa secara efektif. Iklim pembelajaran yang
kondusif harus bisa diciptakan oleh pendidik sehingga proses belajar mengajar
bisa berjalan efektif. Seorang pendidik harus mengetahui prinsip-prinsip yang
tepat dalam proses belajar mengajar, pendekatan yang berbeda dalam mengajar
untuk hasil proses belajar mengajar yang lebih baik. Psikologi pendidikan
berperan dalam membantu pendidik agar dapat menciptakan iklim sosio-emosional
yang kondusif di dalam kelas, sehingga proses pembelajaran di dalam kelas bisa
berjalan efektif.
3)
Pemilihan Strategi dan Metode
Pembelajaran;
Metode pembelajaran didasarkan pada
karakteristik perkembangan siswa. Psikologi pendidikan dapat membantu pendidik
dalam menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan
mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar
dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami peserta didik.
4)
Memberikan Bimbingan kepada Peserta Didik;
Seorang pendidik harus memainkan
peran yang berbeda di sekolah, tidak hanya dalam pelaksanaan pembelajaran,
tetapi juga berperan sebagai pembimbing bagi peserta didik. Bimbingan adalah
jenis bantuan kepada siswa untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.
Pengetahuan tentang psikologi pendidikan memungkinkan pendidik untuk memberikan
bimbingan pendidikan dan kejuruan yang diperlukan untuk siswa pada tingkat usia
yang berbeda-beda.
5) Mengevaluasi Hasil Pembelajaran;
Pendidik harus melakukan dua
kegiatan penting di dalam kelas seperti mengajar dan mengevaluasi. Kegiatan
evaluasi membantu dalam mengukur hasil belajar siswa. Psikologi pendidikan
dapat membantu pendidik dan calon pendidik dalam mengembangkan evaluasi
pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis evaluasi, pemenuhan
prinsip-prinsip evaluasi maupun menentukan hasil-hasil evaluasi.
b. Untuk Penerapan Prinsip-prinsip Belajar
Mengajar
1) Menetapkan Tujuan Pembelajaran;
Tujuan pembelajaran mengacu pada
perubahan perilaku yang dialami siswa setelah dilaksanakannya proses
pembelajaran. Psikologi pendidikan membantu pendidik dalam menentukan bentuk
perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran.
2)
Penggunaan Media Pembelajaran;
Pengetahuan tentang psikologi
pendidikan diperlukan pendidik untuk merencanakan dengan tepat media
pembelajaran yang akan digunakan. Misalnya penggunaan media audio-visual,
sehingga dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta didik.
3) Penyusunan Jadwal Pelajaran;
Jadwal pelajaran harus disusun
berdasarkan kondisi psikologi peserta didik. Misalnya mata pelajaran yang
dianggap sulit bagi siswa seperti matematika ditempatkan di awal pelajaran, di
mana kondisi siswa masih segar dan semangat dalam menerima materi pelajaran.
Menurut
Chaplin (1972, dalam Online), untuk membantu memecahkan masalah yang terdapat dalam
dunia pendidikan yang meliputi guru, siswa, materi, metode, dalam masalah
belajar-mengajar terdapat beberapa macam-macam kegiatan yang memerlukan prinsip
psikologis, yaitu (a) Seleksi penerimaan siswa baru; (b) Perencanaan
pendidikan; (c) Penyusun kurikulum; (d) Penelitian kependidikan; (e)
Administrasi kependidikan; (f) Pemilihan materi pelajaran; (g) Interaksi
belajar-mengajar; (h) Pelayanan bimbingan dan konseling; dan (i) Evaluasi
belajar.
Berdasarkan
uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan psikologi
pendidikan berperan dalam membantu pendidik untuk merencanakan, mengatur dan
mengevaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dalam
buku Condition of Learning, Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang
dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut:
1. Menarik perhatian (gaining
attention): Hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang
baru, aneh, kontradiksi, atau kompleks.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
(informing learner of the objectives): Memberitahukan kemampuan yang harus
dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran.
3. Mengingatkan konsep/prinsip yang
telah dipelajari (stimulating recall or prior learning): Merangsang ingatan
tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk
mempelajari materi yang baru.
4. Menyampaikan materi pelajaran
(presenting the stimulus): Menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah
direncanakan.
5. Memberikan bimbingan belajar
(providing learner guidance): Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing
proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.
6. Memperoleh kinerja/penampilan siswa
(eliciting performance): Siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah
dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.
7. Memberikan balikan (proaviding
feedback): Memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa.
8. Menilai hasil belajar (assessing
performance): Memberitahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa
menguasai tujuan pembelajaran.
9. Memperkuat retensi dan transfer
belajar (enhancing retention and transfer): Merangsang kamampuan
mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman, mengadakan review
atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
1. Kegunaan
psikologi pendidikan di sekolah
Menurut
crow and crow (1987), bahwa pendidikan terbagi atas dua, yaitu pendidikan
formal dan pendidikan informal:
- Pendidikan formal
Pendidikan
formal adalah pendidikan yang didapat dari belajar yang mempergunakan program
terencana, biasanya disebut pendidikan sekolah. Nilai kegunaan prinsip- prinsip
psikologis adalah usaha untuk membantu anak- anak atau orang dewasa mendapat
pengalaman- pengalaman dari pendidikan formal. Guru sebagai seorang pendidik di
sekolah, dan sebagai seorang pendidik perlu menggunakan hasil- hasil
penyelidikan psikologi dalam tugasnya, sehinggga dapat memahami anak didiknya
dan dapat mencari jalan keluar dalam suatu permasalahan yang dihadapi peserta
didik.
Menurut
suryabrata (dalam Rumini, 1993) masalah
tersebut sebagai berikut:
a) Pengaruh
pembawaan dan lingkungan atas belajar.
b) teori
dan proses belajar.
c) hubungan
antara taraf kematangan dengan kesiapan belajar.
d) perbedaan
individu dan pengaruhnya terhadap hasil pendidikan.
e) perubahan
batiniah yang terjadi selama belajar.
f) hubungan
antara teknik mengajar dan hasil belajar.
g) teknik
evaluasi yang efektif atas kemajuan yang dicapai anak didik.
h) perbandingan
hasil pendidikan formal dan pendidikan informal atas individu.
i)
nilai sikap ilmiah terhadap
pendidikan yang dimiliki para petugas pendidikan (guru).
j)
pengaruh kondisi sosial anak didik
atas pendidikan yang diterima.
- Pendidikan informal
Pendidikan
informal adalah pendidikan yang didapatkan dari belajar yang secara relatif
kurang atau tanpa disadari, yang berlangsung bebas menyertai kehidupan sehari-
hari.
- Kegunaan psikologi pendidikan bagi guru
Sementara
itu, sebagaimana yang dikemukakan Chaplin (1972) menitikberatkan manfaat atau
kegunaan mempelajari psikologi pendidikan untuk memecahkan rnasalah-masalah
yang terdapat dalam dunia pendidikan dngan cara rnenggunakan metode-metode yang
telah disusun secara rapi dan sistematis. Kemudian Lindgren berpendapat bahwa
manfaat mempelajari psikologi pendidikan ialah untuk membantu para guru dan
calon guru dalam mengembangkan pemaharnan yang lebih baik rnengenai pendidikan
dan prosesnya. Pemecahan berbagai masalah pendidikan tidak perlu dibedakan
apakah masalah-masalah psikologis itu dan pihak guru, siswa, atau situasi
belajar mengajar yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran.
Secara
umum manfaat dan kegunaan psikologi pendidikan menurut pendapat Muhibinsyah
(2003) bahwa psikologi pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi penyelenggara
pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Psikologi
pendidikan dapat dijadikan landasan berpikir dan bertindak bagi guru, konselor,
dan juga tenaga profesional kependidikan laiannya dalam mengelola proses
belajar dan mengajar. Sedangkan proses pembelajaran tersebut adalah unsur utama
dalam pelaksanaan setiap sistem pendidikan.
Manfaat
dan kegunaan psikologi pendidikan juga membantu untuk memahami karakteristik
peserta didik apakah termasuk anak yang lambat belajar atau yang cepat belajar,
dengan mengetahui karakteristik mi guru dapat mendesain pendekatan belajar
untuk anak didik yang berbeda-beda tersebut, sehingga pembelajaran dapat
dilaksanakan secara optimal untuk seluruh karakteristik anak didik. (Ceca,2011)
- PENUTUP
- Kesimpulan
Psikologi
pendidikan adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang membahas tentang
aktivitas dan gejala- gejala tingkah laku manusia dalam dunia pendidikan. Hal
ini sangatlah penting dalam pendidikan karena kita bisa memahami tingkah laku
seseorang dan menggunakan proses belajar yang tepat untuk kepribadian seseorang
sehingga pencapaian belajar akan menjadi mudah, efektif, dan efisien. Sebagai
contoh seorang guru mengajar para muridnya maka guru tersebut membutuhkan
psikologi pendidikan untuk dapat mengetahui para peserta didik, cara dan metode
apa yang digunakannya dalam mendidik anak muridnya. Karena setiap orang
mempunyai karakter yang berbeda- beda dalam cara mereka belajar. Ada yang
secara visual, audio, dan ada juga yang mengunakan cara audio-visual. Kemudian
kepribadian seseorang juga mempengaruhi cara mereka belajar. Contohnya orang
yang suka belajar sambil mendengarkan musik, ada juga yang belajar dalam
suasana yang tenang, atau bisa belajar di dalam bis kota. Semua itu terjadi
karena mereka merasa nyaman dalam melakukan itu.
Tujuan
psikologi pendidikan adalah menciptakan suatu sistem pendidikan yang efisien dan efektif
dengan cara mempelajari, menganalisis tingkah laku anak didik dalam proses
pendidikan yang berlangsung itu, guna meningkatkan ke arah yang lebih baik.
Manfaat psikologi pendidikan juga
membantu untuk memahami karakteristik peserta didik apakah termasuk anak yang
lambat belajar atau yang cepat belajar, dengan mengetahui karakteristik mi guru
dapat mendesain pendekatan belajar untuk anak didik yang berbeda-beda tersebut,
sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal untuk seluruh
karakteristik anak didik.
terimakasih makalahnya sangat membantu
BalasHapusTitanium Profile | Titanium Arts
BalasHapusTitanium's profile in Tinting is a detailed, concise titanium sponge and detailed snow peak titanium resource titanium stronger than steel about Tinting. Discover cobalt vs titanium drill bits Tinting in Tinting's history. apple watch titanium