Selasa, 26 November 2013

TAFSIR TARBAWI



Membahas ayat – ayat Al-Qur’an (Q.S. At-Tahrim, 66:6)
A.    Pembahasan

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (Q.S. At-Tahrim,66:6)

B.     Tafsir ayat-ayat pendidikan
Menurut al-Maraghi (dalam Nata, 2002: 198) pada ayat tersebut terdapat kata qu anfusakum yang bearti buatlah sesuatu yang dapat menjadi penghalang datangnya siksaan api neraka dengan cara menjauhkan pebuatan maksiat, memperkuat diri agar tidak memiliki hawa nafsu, dan senantiasa taat dan menjalankan perintah Allah. Selanjutnya wa ahlikum maksudnya adalah keluargamu yang teriri dari istri, anak, pembantu, dan budak, dan diperintahkan kepada mereka agar menjaganya dengan cara memberikan bimbingan, nasehat dan pendidikan kepada mereka. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh ibn al-Munzir, al-Hakim, dan oleh riwyat lain dari Ali ra. Ketika menjelaskan ayat tersebut, maksudnya adalah berikanlah pendidikan dan pengetahuan mengenai kebaikan terhadap dirimu dan keluargamu. Kemudian al waqud adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalakan api. Sedangkan al-hijarah adalah batu berhala yang biasa disembah oleh masyarakat jahiliyah. Malaikatun dalam ayat tersebut maksunya mereka yang jumlahnya sebanyak 19 dan bertugas menjaga neraka. Sedangkan ghiladzun maksudnya adalah hati yang keras, yaitu hati yang tidak memiliki rasa belas kasihan apabilah ada orang yang diminta dikasihani. Dan syidadun artinya memiliki kekuatan.
Ayat 6 surat at-Tahrim, al-Maraghi mengatakan bahwa setelah Allah SWT memerintahkan sebagian istri rasulullah SAW agar bertaubat dari segalah kekeliruan, dan menjelaskan kepadanya bahwa Allahlah yang memelihara dan menlong utusan-Nya, maka tidak ada yang dapat memperdayakannya, karenanya mereka diminta agar tidak mengkhianati Rasul karena takut diceraikan karena mereka adalah ibu dari kaum muslimin (Ummahat al-Mu’minin), maka selanjutnya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman pada  umumnya, agar memelihara diri dan keluarganya dari siksaan api neraka dan kayu bakarnya terdiri dari bebatuan berhala dan manusia (kafir). Dangan demikian permasalahan yang menimpa keluarga Nabi yang dapat menimbulkan azab agar dijadikan juga peringatan bagi kaum muslimin pada umumnya, mengingat Rasulullah adalah sebagai panutan kaum Muslimin. (Nata, 2002: 199)
Lebih lanjut al-Maraghi mengemukakan maksud ayat tersebut (yaa ayyuhal ladzina amanu….. al-hijarah), dengan keterangan: wahai orang-orang yang membenarkan adanya Allah dan Rasul-Nya hendaknya sebagian yang satu dapat menjelaskan kepada sebagian yang lain tentang keharusan menjaga diri dari api neraka dan menolaknya,yang demikian itu merupakan bentuk ketaatan yang dapat memelihara dirinya dengan cara memberikan nasihat dan pendidikan. Jelasnya ayat tersebut berisi perintah atau kewajibn terhadap keluarga agar mendidik hukum-hukum agama kepada mereka. Hal yang demikian sejalan dengan hadis yang mengatakan bahwa Allah memberikan kasaih saying kepada seseorang yang mengatakan bahwa sholatnya, puasanya, zakatnya, ibadah hajinya, anak yatimnya, tetangganya mudah-mudahan dapat mengumpulkan mereka di surga pada hari kiamat ( Nata, 2002:199).

C.     Tafsir Jalalain
(hai orang-orang yang
beriman, periharalah diri kalian dan keluarga kalian) dengan mengarahkan mereka kepada jalan ketaatan kepada Allah SWT -                                (dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia) orang-orang kafir               (dan batu) seperti berhala-berhala yang mereka sembah adalah sebagian dari bahan bakar neraka itu. Atau dengan kata lain api neraka itu sangat panas, sehingga hal-hal tersebut dapat terbakar. Berbeda halnya dengan api di dunia, karena dinyalakan dengan kayu dan lain-lainnya -                          (penjaganya malaikat-malaikat) yakni, juru kunci neraka itu adalah malaikat-malaikat yang jumlahnya ada sembilan belas malaikat, sebagaimana yang akan diterangkan nanti dalam surat Al Muddatstsir -                (yang kasar) lafaz Ghilazhun ini diambil dari asal kata Ghilazul Qalbi, yakni kasar hatinya -                          (yang keras) sangat keras hantamannya -                                                        (mereka tidak pernah mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang telah diperintahkan-Nya kepada mereka) lapaz Ma Amarahum berkedudukan sebagai Badal dari lafaz Allah. Atau dengan kata lain, malaikat-malaikat penjaga neraka itu tidak pernah mendurhakai perintah Allah SWT –                                   (dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperinahkan) lapaz ayat ini berkedudukan menjadi Badal dari lafaz yang sebelumnya. Dalam ayat ini terkandung ancaman bagi orang-orang mu’min supaya jangan Murtad dan juga ayat ini merupakan ancaman pula bagi orang-orang munafik yaitu, mereka yang mengaku beriman dengan lisannya tetapi hati mereka masih tetap kafir.

D.    Tafsir Al-Maraghi
1.      Tafsiran (Q.S At-tahrim,66:6)
Qu Anfusakum: jadilah dirimu itu pelindung api neraka dengan meninggalkan maksiat. Wa Ahlikum: membawa keluargamu kepada hal itu dengan nasehat dan pelajaran. Al-Waqud: kayu bakar Al-Hijarah: berhala-berhala yang disembah. Malaikah: para penjaga neraka yang Sembilan belas orang. Gilaz: kesat hati dan tidak mau mengasihi apabilah mereka diminta belas kasihan. Syidad: kuat badan. At-Taubatun Nasuh: menyesali apa yang telah dilakukan dan berkemaun kuat untuk tidak melakukannya kembali pda waktu yang akan datang.
2.       Pengertian secara umum
Sesudah Allah SWT memerintahkan kepada sebagian istri-istri nabi SAW Untuk bertaubat dari kesalahan yang terlanjur dilakukan, dan menjelaskan kepada mereka bahwa Allah SWT Akan menjaga dan menolong rasul-Nya hingga kerja sama mereka untuk menyakitinya tidak akan membahayakannya, kemudian memperingatkan mereka agar tidak berkepanjangan dalam menentangnya karena khawatir akan ditalak dan dijatuhkan dari kedudukannya yang mulia sebagai ibu-ibu kaum mukminin, karena digantikan dengan istri-istri yang lain dan wanita-wanita mukmin yang saleha, dia memerintahkankan kaum mukmin pada umumnya untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka yang kayu bakarnya adalah manusia dan berhala-berhala pada hari kiamat. Yaitu pada hari dikatakan pada orang orang kafir,”janganlah kamu beruzur karena waktunya sudah terlambat. Kamu itu menerima balasan dari apa yang kamu lakukan didunia.” Kemudian dia menerima orang-orang mukmin agar meninggalkan kesalahan-kesalahan mereka dan bertaubat dengan taubat nasuha, sehingga mereka menyesali kekeliruan-kekeliruan yang terlanjur mereka lakukan dan berkemauan kuat untuk tidak mengulanginya pada waktu yang akan dating supaya Allah SWT menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memasukan mereka ke dalam surga-surga yang penuh nikmat.
Senjata paling ampuh untuk memelihara diri dari siksa neraka yaitu mengerjakan perintah Allah SWT dan menghentikan larangan-Nya (Soerin, 2002).
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, jauhkanlah diri dan keluarga kalian dari api neraka dengan menaati Allah. Neraka itu bahan bakarnya ialah manusia (orang-orang kafir) dan batu (berhala-berhala yang disembah). Diatasnya terdapat para malaikat penjaga yang berjumlah Sembilan belas. Mereka bersosok dan berperangai sangat keras, bertubuh keras dan kuat dalam menahan penderiataan mereka tidak mendurhakai perintah Allah dimasa lalu, dan melaksanakan perintah-Nya dimasa mendatang (Zulaiha, 2008).


E.     Penjelasan
Dalam ayat ini firman Allah SWT ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah SWT dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah SWT, dan mengajarkan kepada keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah Allah SWT untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Api neraka disediakan bagi para kafir / pendurhaka yang tidak mau taat kepada Allah SWT dan yang selalu berbuat maksiat. Neraka adalah balasan setimpal bagi para pembuat kemungkaran, kemusyrikan dan kekacauan. Bahan bakar api neraka seperti dijelaskan dalam ayat diatas adalah manusia, sungguh mengerikan tidak dapat kita bayangkan manusia menjadi bahan bakar dan juga bahan bakarnya adalah batu, dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan bahwa batu yang dimaksud adalah batu yang sering dijadikan sesembahan oleh para musyrikin atau berhala (Rohman, 2011). 
Maka jelas bahwa tugas manusia tidak hanya menjaga dirinya sendiri, namun juga keluarganya dari siksa neraka. Untuk taat kepada Allah SWT, tentunya harus dengan menjalankan segala perintahNya, serta menjauhi segala laranganNya. Dan itu semua tak akan bisa terjadi tanpa adanya pendidikan syari’at. Maka disimpulkan bahwa keluarga juga merupakan objek pendidikan yang dapat mengajarkan kita akan suatu dan dapat mengambil hikmah atas segala yang terjadi dan begitupun sebaliknya kita berkewajiban mengigatkan, menegor, mengarahkan, dan mengajari keluarga kita apabila mereka berbuat maksiat.
Hal ini berkaitan dengan fenomena yang sering terjadi saat ini seperti tawuran, penyalagunaan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya. Biasanya fakfor yang menyebabkan hal itu terjadi adalah kurang mendapatkan pendidikan dari keluarganya, dan faktor lingkungan di sekitarnya. Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang utama. Namun ironisnya orang tua menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada pendidikan formal dan informal. Maka Allah SWT menegaskan dalam ayat ini  untuk menjaga keluarga dari api neraka melalui pendidikan agama dan umum .()

F.      Hubungan surah At-tahrim dengan pendidikan
Kata kunci : Alladzina ‘amanu qu ‘anfusakum wa ‘ahlikum nara.
Alladzina ‘amanu orang-orang yang beriman diseru oleh Allah dengan seruan “wahai” orang-orang yang beriman, yaitu seruan bermuatan kasih sayang Allah kepada mereka yang telah  beriman. Qu anfusakum wa ahlikum. Kata Qu adalah bentuk perintah (fi’il amr) yang berasal dari kata kerja madhi waqa, yaitu memelihara, takut pada. Qu berarti takutlah kamu sehingga kamu memelihara dirimu “anfusakum” dan keluargamu “ahlikum” dari neraka. Perintah untuk menjaga keluargamu dari neraka yaitu memelihara dengan sungguh sungguh. Keluarga itu dapat berbentuk keluarga dekat maupun keluarga jauh. Keluarga adalah pihak yang diamanatkan oleh Allah untuk dididik zahir dan batin. Ayat ini memerintahkan kepada orang tua untuk terus menerus memperhatiakn pendidikan keluarganya. Pendidikan bukan hanya menyekolahkan dan memberikan biaya untuk mencukupi kebutuhan fisiknya melaikan mempersiapkan keluarga itu agar dapat hidup benar, hidup benar adalah menjalankan apa yang diperintahkan oleh agama dan menjauhi apa yang dilarang oleh agama. Pendidiakan berarti mewariskan cara dan hakikat berkehidupan menurut tuntunan Allah (Al-din Al-islamiy), karena itu pendidikan meliputi keseluruahan yang dibutuhkan untuk menjalani hidup yang lebih baik. Keluarga sekali orang itu melalaikan kewajiban mendidik keluarganya ia akan menjerumuskan mereka ke neraka, sebaliknya pendidikan yang benar pada akhirnya akan menyelamatkan anak, isteri, serta suami dari neraka, insyaAllah. (Ahmad, 2004)
Nara diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan neraka, yaitu tempat di akhirat kela yang serba tidak menyenangkan dan kesengsaraan. Karena itu hendaklah selalu ingat tiap langkah yang akan dikerjakan agar tidak terjerumus pada jalan yang membawa ke neraka. Tiap kali dibicarakan neraka, seolah olah tergambar bahwa agama itu sesuatu yang menakutkan. Harus disadari bahwa fungsi agam yang kemudian diaktualisasikan oleh Rasul saw adalah mengembirakan dan mengingatkan. Neraka adalah simbolisasi keadaan yang perlu diingatkan agar manusia beriman tidak terjerumus didalamnya. Penyelamatan diri merupakan proses yang dijalani melalui pendidikan, dalam konteks ini, pendidikan adalah proses penyelamatan, yaitu penyelamatan diri sendiri, keluarga, generasi penerus, dan zuriyat keturunan. (Ahmad, 2004)
Ayat ini menjadi sangat penting untuk dicamkan oleh warga suatu bangsa, seperti bangsa Indonesia, bagaimana keadan bangsa kita kini. Bila kita tidak mampu menyelamatkan diri dan keluarga kita berarti kita tidak mampu pula menyelamatkan bangsa kita. Ini berarti bahwa neraka pasti menghadang kita, kenistaan mendera kita, dan tentu harga diri dan kebanggaan akan hilang. Itu berarti kita gagal menyelamatkan generasi bangsa dari kehancuran. Dengan begitu, kita akan  menjadi manusia yang merugi karena generasi penerus bangsa kita merupakan manusia yang tidak mengikuti jalan yang ditunjuki Allah swt. Ini arti penting peringatan Allah melalui keseluruhan ayat ini. (Ahmad, 2004) 

  1. Kesimpulan
Perintah untuk menjaga diri kita dan keluarga agar terhindar dari  neraka dengan cara Taqwah kepada Allah SWT. Sedangkan pengertian dari Taqwah adalah menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhkan segala larangan-Nya.
Setiap manusia berkewajiban untuk taat dan patuh akan perintah Allah SWT. Allah SWT menyuruh agar manusia berpesan kepada keluarganya bertaqwa kepada-Nya. Dan apabila salah satu keluarga kita berbuat maksiat maka kita wajib menegur dan mencegahnya lalu mendidik mereka ke jalan yang benar.
Jadi ayat ini menunjukkan perintah untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia yang kafir dan batu neraka yang panasnya seribu kali lipat dari panas api di bumi, bisa disimpulkan juga merupakan untuk tarbiyah diri dan keluarga.








DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Wardini. 2004. Tafsir Ayat Tarbawiy. Palembang : CV Grafika    Telindo
Musthafah, A. 1993. Tafsir Al-Maraghi. Semarang: CV Toha Putra Semarang.
Mahalliy, A., & Suyuthi, A. Tafsir Jalalain. Bandung: Sinar Baru.
Nata, A. 2002. Tafsir ayat-ayat pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Soerin, B. 2002. Az-Zikra terjemahan dan tafsir Al-Qur’an dalam huruf arab dan latin. Bandung: Angkasa.
Zuhaili, W. 2008. Buku pintar Al-Qur’an seven in one. Jakarta Timur: Almahira.

1 komentar:

  1. The King Casino Company - Ventureberg
    It was born in หาเงินออนไลน์ 1934. The Company offers luxury hotels, https://octcasino.com/ 출장샵 If you don't have a poker room in your house, then ventureberg.com/ you'll find a poker room in the

    BalasHapus