Membahas
ayat – ayat Al-Qur’an (Q.S. At-Tahrim, 66:6)
A. Pembahasan
Artinya
:
“Hai orang-orang yang beriman,
periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (Q.S.
At-Tahrim,66:6)
B. Tafsir
ayat-ayat pendidikan
Menurut al-Maraghi (dalam Nata, 2002: 198) pada ayat
tersebut terdapat kata qu anfusakum yang
bearti buatlah sesuatu yang dapat menjadi penghalang datangnya siksaan api
neraka dengan cara menjauhkan pebuatan maksiat, memperkuat diri agar tidak
memiliki hawa nafsu, dan senantiasa taat dan menjalankan perintah Allah.
Selanjutnya wa ahlikum maksudnya
adalah keluargamu yang teriri dari istri, anak, pembantu, dan budak, dan
diperintahkan kepada mereka agar menjaganya dengan cara memberikan bimbingan,
nasehat dan pendidikan kepada mereka. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah
yang diriwayatkan oleh ibn al-Munzir, al-Hakim, dan oleh riwyat lain dari Ali
ra. Ketika menjelaskan ayat tersebut, maksudnya adalah berikanlah pendidikan
dan pengetahuan mengenai kebaikan terhadap dirimu dan keluargamu. Kemudian al waqud adalah sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk menyalakan api. Sedangkan al-hijarah adalah batu berhala yang biasa disembah oleh masyarakat
jahiliyah. Malaikatun dalam ayat
tersebut maksunya mereka yang jumlahnya sebanyak 19 dan bertugas menjaga
neraka. Sedangkan ghiladzun maksudnya
adalah hati yang keras, yaitu hati yang tidak memiliki rasa belas kasihan
apabilah ada orang yang diminta dikasihani. Dan syidadun artinya memiliki kekuatan.
Ayat 6 surat at-Tahrim, al-Maraghi mengatakan bahwa
setelah Allah SWT memerintahkan sebagian istri rasulullah SAW agar bertaubat
dari segalah kekeliruan, dan menjelaskan kepadanya bahwa Allahlah yang
memelihara dan menlong utusan-Nya, maka tidak ada yang dapat memperdayakannya,
karenanya mereka diminta agar tidak mengkhianati Rasul karena takut diceraikan
karena mereka adalah ibu dari kaum muslimin (Ummahat al-Mu’minin), maka
selanjutnya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman pada umumnya, agar memelihara diri dan keluarganya
dari siksaan api neraka dan kayu bakarnya terdiri dari bebatuan berhala dan
manusia (kafir). Dangan demikian permasalahan yang menimpa keluarga Nabi yang
dapat menimbulkan azab agar dijadikan juga peringatan bagi kaum muslimin pada
umumnya, mengingat Rasulullah adalah sebagai panutan kaum Muslimin. (Nata, 2002:
199)
Lebih lanjut al-Maraghi mengemukakan maksud ayat
tersebut (yaa ayyuhal ladzina amanu…..
al-hijarah), dengan keterangan: wahai orang-orang yang membenarkan adanya
Allah dan Rasul-Nya hendaknya sebagian yang satu dapat menjelaskan kepada
sebagian yang lain tentang keharusan menjaga diri dari api neraka dan
menolaknya,yang demikian itu merupakan bentuk ketaatan yang dapat memelihara
dirinya dengan cara memberikan nasihat dan pendidikan. Jelasnya ayat tersebut
berisi perintah atau kewajibn terhadap keluarga agar mendidik hukum-hukum agama
kepada mereka. Hal yang demikian sejalan dengan hadis yang mengatakan bahwa
Allah memberikan kasaih saying kepada seseorang yang mengatakan bahwa
sholatnya, puasanya, zakatnya, ibadah hajinya, anak yatimnya, tetangganya mudah-mudahan
dapat mengumpulkan mereka di surga pada hari kiamat ( Nata, 2002:199).
C. Tafsir
Jalalain
(hai
orang-orang yang
beriman,
periharalah diri kalian dan keluarga kalian) dengan mengarahkan mereka kepada
jalan ketaatan kepada Allah SWT - (dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia) orang-orang kafir (dan batu) seperti berhala-berhala yang mereka sembah adalah
sebagian dari bahan bakar neraka itu. Atau dengan kata lain api neraka itu
sangat panas, sehingga hal-hal tersebut dapat terbakar. Berbeda halnya dengan
api di dunia, karena dinyalakan dengan kayu dan lain-lainnya - (penjaganya malaikat-malaikat) yakni,
juru kunci neraka itu adalah malaikat-malaikat yang jumlahnya ada sembilan
belas malaikat, sebagaimana yang akan diterangkan nanti dalam surat Al
Muddatstsir - (yang
kasar) lafaz Ghilazhun ini
diambil dari asal kata Ghilazul Qalbi, yakni
kasar hatinya - (yang
keras) sangat keras hantamannya - (mereka
tidak pernah mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang telah diperintahkan-Nya
kepada mereka) lapaz Ma Amarahum
berkedudukan sebagai Badal dari lafaz Allah. Atau dengan kata lain,
malaikat-malaikat penjaga neraka itu tidak pernah mendurhakai perintah Allah
SWT – (dan
mereka selalu mengerjakan apa yang diperinahkan) lapaz ayat ini
berkedudukan menjadi Badal dari lafaz yang sebelumnya. Dalam ayat ini
terkandung ancaman bagi orang-orang mu’min supaya jangan Murtad dan juga ayat
ini merupakan ancaman pula bagi orang-orang munafik yaitu, mereka yang mengaku
beriman dengan lisannya tetapi hati mereka masih tetap kafir.
D. Tafsir
Al-Maraghi
1. Tafsiran
(Q.S At-tahrim,66:6)
Qu Anfusakum:
jadilah dirimu itu pelindung api neraka dengan meninggalkan maksiat. Wa Ahlikum: membawa keluargamu kepada
hal itu dengan nasehat dan pelajaran. Al-Waqud:
kayu bakar Al-Hijarah:
berhala-berhala yang disembah. Malaikah:
para penjaga neraka yang Sembilan belas orang. Gilaz: kesat hati dan tidak mau mengasihi apabilah mereka diminta
belas kasihan. Syidad: kuat badan. At-Taubatun Nasuh: menyesali apa yang
telah dilakukan dan berkemaun kuat untuk tidak melakukannya kembali pda waktu
yang akan datang.
2. Pengertian secara umum
Sesudah Allah SWT memerintahkan kepada sebagian
istri-istri nabi SAW Untuk bertaubat dari kesalahan yang terlanjur dilakukan,
dan menjelaskan kepada mereka bahwa Allah SWT Akan menjaga dan menolong
rasul-Nya hingga kerja sama mereka untuk menyakitinya tidak akan
membahayakannya, kemudian memperingatkan mereka agar tidak berkepanjangan dalam
menentangnya karena khawatir akan ditalak dan dijatuhkan dari kedudukannya yang
mulia sebagai ibu-ibu kaum mukminin, karena digantikan dengan istri-istri yang
lain dan wanita-wanita mukmin yang saleha, dia memerintahkankan kaum mukmin
pada umumnya untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka yang kayu bakarnya
adalah manusia dan berhala-berhala pada hari kiamat. Yaitu pada hari dikatakan
pada orang orang kafir,”janganlah kamu beruzur karena waktunya sudah terlambat.
Kamu itu menerima balasan dari apa yang kamu lakukan didunia.” Kemudian dia
menerima orang-orang mukmin agar meninggalkan kesalahan-kesalahan mereka dan
bertaubat dengan taubat nasuha,
sehingga mereka menyesali kekeliruan-kekeliruan yang terlanjur mereka lakukan
dan berkemauan kuat untuk tidak mengulanginya pada waktu yang akan dating
supaya Allah SWT menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memasukan mereka
ke dalam surga-surga yang penuh nikmat.
Senjata paling ampuh untuk memelihara diri dari
siksa neraka yaitu mengerjakan perintah Allah SWT dan menghentikan larangan-Nya
(Soerin, 2002).
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan
Rasul-Nya, jauhkanlah diri dan keluarga kalian dari api neraka dengan menaati
Allah. Neraka itu bahan bakarnya ialah manusia (orang-orang kafir) dan batu
(berhala-berhala yang disembah). Diatasnya terdapat para malaikat penjaga yang
berjumlah Sembilan belas. Mereka bersosok dan berperangai sangat keras,
bertubuh keras dan kuat dalam menahan penderiataan mereka tidak mendurhakai
perintah Allah dimasa lalu, dan melaksanakan perintah-Nya dimasa mendatang
(Zulaiha, 2008).
E. Penjelasan
Dalam
ayat ini firman Allah SWT ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada
Allah SWT dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga
dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu,
dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah SWT, dan mengajarkan kepada
keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah Allah SWT untuk menyelamatkan
mereka dari api neraka. Api neraka disediakan bagi para kafir / pendurhaka yang
tidak mau taat kepada Allah SWT dan yang selalu berbuat maksiat. Neraka adalah
balasan setimpal bagi para pembuat kemungkaran, kemusyrikan dan kekacauan.
Bahan bakar api neraka seperti dijelaskan dalam ayat diatas adalah manusia,
sungguh mengerikan tidak dapat kita bayangkan manusia menjadi bahan bakar dan
juga bahan bakarnya adalah batu, dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan bahwa batu
yang dimaksud adalah batu yang sering dijadikan sesembahan oleh para musyrikin
atau berhala (Rohman, 2011).
Maka jelas bahwa tugas manusia tidak hanya menjaga
dirinya sendiri, namun juga keluarganya dari siksa neraka. Untuk taat kepada
Allah SWT, tentunya harus dengan menjalankan segala perintahNya, serta menjauhi
segala laranganNya. Dan itu semua tak akan bisa terjadi tanpa adanya pendidikan
syari’at. Maka disimpulkan bahwa keluarga juga merupakan objek pendidikan yang
dapat mengajarkan kita akan suatu dan dapat mengambil hikmah atas segala yang
terjadi dan begitupun sebaliknya kita berkewajiban mengigatkan, menegor,
mengarahkan, dan mengajari keluarga kita apabila mereka berbuat maksiat.
Hal ini berkaitan dengan fenomena yang sering
terjadi saat ini seperti tawuran, penyalagunaan narkoba, dan tindakan kriminal
lainnya. Biasanya fakfor yang menyebabkan hal itu terjadi adalah kurang
mendapatkan pendidikan dari keluarganya, dan faktor lingkungan di sekitarnya.
Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang utama. Namun ironisnya orang tua
menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada pendidikan formal dan informal. Maka
Allah SWT menegaskan dalam ayat ini untuk
menjaga keluarga dari api neraka melalui pendidikan agama dan umum .()
F. Hubungan
surah At-tahrim dengan pendidikan
Kata
kunci : Alladzina ‘amanu qu ‘anfusakum wa ‘ahlikum nara.
Alladzina
‘amanu orang-orang yang beriman diseru oleh Allah dengan seruan “wahai”
orang-orang yang beriman, yaitu seruan bermuatan kasih sayang Allah kepada
mereka yang telah beriman. Qu anfusakum wa ahlikum. Kata Qu adalah bentuk perintah (fi’il amr)
yang berasal dari kata kerja madhi waqa,
yaitu memelihara, takut pada. Qu berarti takutlah kamu sehingga kamu memelihara
dirimu “anfusakum” dan keluargamu “ahlikum” dari neraka. Perintah untuk
menjaga keluargamu dari neraka yaitu memelihara dengan sungguh sungguh.
Keluarga itu dapat berbentuk keluarga dekat maupun keluarga jauh. Keluarga
adalah pihak yang diamanatkan oleh Allah untuk dididik zahir dan batin. Ayat
ini memerintahkan kepada orang tua untuk terus menerus memperhatiakn pendidikan
keluarganya. Pendidikan bukan hanya menyekolahkan dan memberikan biaya untuk
mencukupi kebutuhan fisiknya melaikan mempersiapkan keluarga itu agar dapat
hidup benar, hidup benar adalah menjalankan apa yang diperintahkan oleh agama
dan menjauhi apa yang dilarang oleh agama. Pendidiakan berarti mewariskan cara
dan hakikat berkehidupan menurut tuntunan Allah (Al-din Al-islamiy), karena itu
pendidikan meliputi keseluruahan yang dibutuhkan untuk menjalani hidup yang
lebih baik. Keluarga sekali orang itu melalaikan kewajiban mendidik keluarganya
ia akan menjerumuskan mereka ke neraka, sebaliknya pendidikan yang benar pada
akhirnya akan menyelamatkan anak, isteri, serta suami dari neraka, insyaAllah.
(Ahmad, 2004)
Nara
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan neraka, yaitu tempat di akhirat
kela yang serba tidak menyenangkan dan kesengsaraan. Karena itu hendaklah
selalu ingat tiap langkah yang akan dikerjakan agar tidak terjerumus pada jalan
yang membawa ke neraka. Tiap kali dibicarakan neraka, seolah olah tergambar
bahwa agama itu sesuatu yang menakutkan. Harus disadari bahwa fungsi agam yang
kemudian diaktualisasikan oleh Rasul saw adalah mengembirakan dan mengingatkan.
Neraka adalah simbolisasi keadaan yang perlu diingatkan agar manusia beriman
tidak terjerumus didalamnya. Penyelamatan diri merupakan proses yang dijalani
melalui pendidikan, dalam konteks ini, pendidikan adalah proses penyelamatan,
yaitu penyelamatan diri sendiri, keluarga, generasi penerus, dan zuriyat
keturunan. (Ahmad, 2004)
Ayat ini menjadi sangat penting untuk
dicamkan oleh warga suatu bangsa, seperti bangsa Indonesia, bagaimana keadan
bangsa kita kini. Bila kita tidak mampu menyelamatkan diri dan keluarga kita
berarti kita tidak mampu pula menyelamatkan bangsa kita. Ini berarti bahwa
neraka pasti menghadang kita, kenistaan mendera kita, dan tentu harga diri dan
kebanggaan akan hilang. Itu berarti kita gagal menyelamatkan generasi bangsa
dari kehancuran. Dengan begitu, kita akan
menjadi manusia yang merugi karena generasi penerus bangsa kita
merupakan manusia yang tidak mengikuti jalan yang ditunjuki Allah swt. Ini arti
penting peringatan Allah melalui keseluruhan ayat ini. (Ahmad, 2004)
- Kesimpulan
Perintah untuk menjaga diri kita dan keluarga agar
terhindar dari neraka dengan cara Taqwah
kepada Allah SWT. Sedangkan pengertian dari Taqwah adalah menjalankan segala
perintah Allah SWT dan menjauhkan segala larangan-Nya.
Setiap manusia berkewajiban untuk taat dan patuh
akan perintah Allah SWT. Allah SWT menyuruh agar manusia berpesan kepada
keluarganya bertaqwa kepada-Nya. Dan apabila salah satu keluarga kita berbuat
maksiat maka kita wajib menegur dan mencegahnya lalu mendidik mereka ke jalan
yang benar.
Jadi ayat ini menunjukkan perintah untuk menjaga diri
dan keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia yang
kafir dan batu neraka yang panasnya seribu kali lipat dari panas api di bumi,
bisa disimpulkan juga merupakan untuk tarbiyah diri dan keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,
Wardini. 2004. Tafsir Ayat Tarbawiy. Palembang : CV Grafika Telindo
Musthafah, A. 1993. Tafsir Al-Maraghi. Semarang: CV Toha
Putra Semarang.
Mahalliy,
A., & Suyuthi, A. Tafsir Jalalain.
Bandung: Sinar Baru.
Nata,
A. 2002. Tafsir ayat-ayat pendidikan.
Jakarta: PT Grafindo Persada.
Soerin, B. 2002. Az-Zikra terjemahan dan tafsir Al-Qur’an
dalam huruf arab dan latin. Bandung: Angkasa.
Zuhaili, W. 2008. Buku pintar Al-Qur’an seven in one.
Jakarta Timur: Almahira.
The King Casino Company - Ventureberg
BalasHapusIt was born in หาเงินออนไลน์ 1934. The Company offers luxury hotels, https://octcasino.com/ 출장샵 If you don't have a poker room in your house, then ventureberg.com/ you'll find a poker room in the